KEJUTAN MENDIKBUD RI UNTUK SMA MUHI YOGYAKARTA

Article  20 Comments
Line Spacing+- AFont Size+- Print This Article
KEJUTAN MENDIKBUD RI UNTUK SMA MUHI YOGYAKARTA

Kamis,  26 Juli 2018, SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta (MUHI) mendapat kejutan dari menteri pendidikan RI. Prof. Dr. Muhajir Effendy, M.A.P mendadak berkunjung ke SMA MUHI dalam rangka bersilahturahmi.  "Saya mendapat telepon dari ajudannya atau bagian protokoler bahwa Bapak Muhajir ingin berkunjung ke SMA MUHI. Hal ini sangat mendadak karena beliau baru saja  membuka acara di Hotel Tentrem kemudian ajudannya menghubungi saya dan saya senang sekali", ungkap kepala sekolah,  Bapak Tri Ismu Husnan Purwono, S. H., M.M.

Bapak Prof. Dr. Muhajir Effendy, M.A.P  beserta rombongannya, salah satunya direktur PSMA KEMDIKBUD langsung disuruh ke ruang kepala sekolah. Di sinilah Bapak Muhajir dan beberapa perwakilan peserta didik (IPM), guru, pimpinan sekolah bertukar pendapat. Bahkan beberapa pengawas Majelis Dikdasmen PDM Kota Yogyakarta turut andil dalam acara tersebut.  Hal itu karena pada hari Kamis, SMA MUHI sedang divisitasi pra akreditasi yang pertama oleh dikdasmen PDM Yogyakarta. "Para pengawas juga senang karena bisa bertemu dengan menteri, berfoto bersama, dan berbincang-bincang", ujar kepala sekolah. Salah satu pembicaraan yang dibahas adalah sistem zonasi.  "Pada dasarnya zonasi  berlaku untuk siswa, guru maupun kepala sekolah. Seorang guru itu tidak boleh lebih dari 5 tahun ada di satu sekolah dan dia harus segera pindah sesuai dengan yaitu aturan yang ada cuman ini adalah diperlakukan untuk yaitu ASN," ungkap mendikbud RI.  Selain itu,  pembicaraan yang lainnya membahas tentang progam IPM tentang kegiatan MONACO.  IPM sangat berharap Bapak Muhajjir dapat membuka acara tersebut.  Beliau  pun mengapresiasi kegiatan tersebut dengan cara memberikan  bantuan kepada IPM berupa dana sebesar 10 juta rupiah untuk kegiatan olahraga maupun juga kegiatan yang lain.

Kedatangan mendikbud adalah suatu penghormatan bagi SMA MUHI. Kepala sekolah menyatakan sangat senang dengan kedatangan beliau karena untuk menghadirkan beliau tidak mudah. Hal itu membuat saya menjadi lebih bersemangat untuk membangun dan memajukan SMA Muhammadiyah saat ini. (ARI/THP)

Article  Maryanto