Pelepasan Purna Siswa Tahun Ajaran 2018 /2019

  • Beranda -
  • Pelepasan Purna Siswa Tahun Ajaran 2018 /2019
research
  • 07 Mei 2019

Pelepasan Purna Siswa Tahun Ajaran 2018 /2019

SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta telah melepas 370 purna siswa kelas XII tahun pelajaran 2018/2019. Para wisudawan dilepas di Graha As-Sakinah, Rabu, (1/5).Acara dimulai dengan kirab pimpinan sekolah yang terdiri dari para Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DIY dan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Yogyakarta, Komite Sekolah, Kepala SMA, Wakasek dan para Wali Kelas. Setelah rangkaian acara seremonial pembukaan acara selesai,  satu per satu purna siswa dipanggil maju ke mimbar untuk dilakukan prosesi pelepasan wisudawan. Kepala SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta mengucapkan selamat datang kepada para purna siswa, orang tua dan juga tamu undangan yang hadir.  Beliau  juga mengumumkan peraihan prestasi siswa terutama yang masuk perguruan tinggi tanpa tes.  “Sebanyak 32 orang purna siswa yang lolos ke perguruan tinggi negeri favorit di Indonesia, bahkan ada bebrapa siswa yang mendapatkan kesempatan studi di luar negeri.  Alhamdulillah atas berkah Allah,” kata Bapak Tri Ismu Husnan Purwono, S.H, M.M. Selain itu, lulusan SMA Muhi lebih dari setengahnya sudah diterima di PTS ternama di Indonesia, seperti UMY dan UII

Ketua Komite SMA Muhi, Bapak Mahyudin Al Mudra, MM, MA, dalam sambutannya menjelaskan pelajaran penting dalam kehidupan dan masa depan seseorang, “Kesuksesan bukan tujuan akhir tetapi adalah sebuah langkah perjuangan.  Success is a journey. Juga bukan berupa eskalator yang bisa mempercepat sampainya ke tujuan.  Namun merupakan anak tangga yang harus kita tapaki.  Menapaki tangga selanjutnya.  Anak tangga yang dilalui nantinya tentu melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi,” ujarnya.

Ketua Majelis Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah PWM DIY juga berpendapat bahwa melalui tahapan pendidikan formal, siswa akan terjun ke masyarakat, entah empat  tahun lagi, tiga tahun lagi, dua  tahun lagi atau bahkan tambahan dua  tahun lagi masing-masing  saat S2 dan S3.  “Semua yang kita dapat menjadi tools pegangan saat kita terjun ke masyarakat. ilmu pengetahuan (knowlwdge), skill (hand on), dan sikap (attitude). SMA Muhi telah memberikan banyak pengetahuan, keterampilan dan pelajaran tentang sikap.  Selama bersekolah di sini alhamdulillah sikap menjadi sesuatu hal yang dibangun sejak dini,” tuturnya.

Pada acara ini diadakan prosesi bakti guru untuk memberikan penghormatan atas perjuangan bapak / ibu guru dalam mendidik para siswa. Tim Tari Saman Musa Ratoeh selama sekitar 20 menit juga berkesempatan memukau perhatian para hadirin. Pada acara  pelepasan purna siswa ini juga dipersembahkan pemberian penghargaan kepada 5 besar siswa jurusan MIPA dan IPS yang meraih predikat wisudawan terbaik yang penilaiannya diambil dari akumulasi nilai hasil ujian. Kesan dari wisudawan yang diwakili Ananda Winda Ernia sungguh mengharukan.  “Kami berterima  kasih sekali atas kesempatan yang Allah berikan untuk menuntaskan pembelajaran di SMA untuk menempuh pengalaman, merasakan momen kebersamaan yang indah.  Doakan kami semoga rasa tanggung jawab bisa melekat dalam diri dalam rangka mengamalkan ilmu.  Kami berterima kasih sedalam-dalamnya kepada guru-guru  kami yang telah mendidik dengan ikhlas, membimbing dengan tulus dan menjadikan kami pribadi yang lebih baik.  Berjuta terimakasih kepada orangtua kami.  Hanyalah doa semoga semua mendapat surga terbaik.  Teruntuk kawan-kawanku, doa terbaik bagi kalian.  Rindu menghasilkan temu. Masa lebih indah menanti saat nanti kita masih bisa berkomunikasi dan berkumpul. Selamat jalan,” tuturnya. (Yus/FS)