Pelepasan Siswa Kelas XII ala SMA Muhi Yogyakarta saat Pandemi COVID-19

  • Beranda -
  • Pelepasan Siswa Kelas XII ala SMA Muhi Yogyakarta saat Pandemi COVID-19
research
  • 26 Juni 2020

Pelepasan Siswa Kelas XII ala SMA Muhi Yogyakarta saat Pandemi COVID-19

SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta melepas 373 purna siswa kelas XII tahun pelajaran 2019/2020 secara daring. Pelepasan daring ini terpaksa dilaksanakan sebagai akibat adanya pandemi Covid-19. Pelepasan ini dilaksanakan pada Selasa, (23/6). Acara ini melibatkan beberapa pihak seperti Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DIY dan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Yogyakarta, Komite Sekolah, Kepala SMA, Wakasek dan para Wali Kelas. Kepala SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta mengucapkan selamat atas kelulusan kepada para purna siswa dan orang tua.  Beliau juga mengumumkan peraihan prestasi siswa terutama yang masuk perguruan tinggi tanpa tes.  “Sebanyak 34 orang purna siswa yang lolos ke perguruan tinggi negeri favorit di Indonesia, bahkan ada banyak siswa yang mendapatkan kesempatan studi UGM.  Alhamdulillah atas berkah Allah,” kata Ibu Fitri Sari Sukmawati, M.Pd. Selain itu, lulusan SMA Muhi lebih dari setengahnya sudah diterima di PTS ternama di Indonesia, seperti UMY dan UII

Ketua Komite SMA Muhi, Bapak Drs. Dwiyono Irianto, M.M.,CPC, dalam sambutannya secara online menjelaskan pelajaran penting dalam kehidupan dan masa depan seseorang, “Kesuksesan bukan tujuan akhir tetapi adalah sebuah langkah perjuangan.  Success is a journey. Juga bukan berupa eskalator yang bisa mempercepat sampainya ke tujuan.  Namun merupakan anak tangga yang harus kita tapaki.  Menapaki tangga selanjutnya.  Anak tangga yang dilalui nantinya tentu melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi,” ujarnya. Bapak Dr. Ahmad Muhammad, MAg dari Majelis Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah PWM DIY juga berpendapat bahwa melalui tahapan pendidikan formal, siswa akan terjun ke masyarakat.  “Semua yang kita dapat menjadi tools pegangan saat kita terjun ke masyarakat. ilmu pengetahuan (knowledge), skill (hand on), dan sikap (attitude). SMA Muhi telah memberikan banyak pengetahuan, keterampilan dan pelajaran tentang sikap.  Selama bersekolah di sini alhamdulillah sikap menjadi sesuatu hal yang dibangun sejak dini,” tuturnya.

Kesan dari perwakilan purna siswa sungguh mengharukan.  “Kami berterima  kasih sekali atas kesempatan yang Allah berikan untuk menuntaskan pembelajaran di SMA untuk menempuh pengalaman, merasakan momen kebersamaan yang indah.  Doakan kami semoga rasa tanggung jawab bisa melekat dalam diri dalam rangka mengamalkan ilmu.  Kami berterima kasih sedalam-dalamnya kepada guru-guru  kami yang telah mendidik dengan ikhlas, membimbing dengan tulus dan menjadikan kami pribadi yang lebih baik.  Berjuta terimakasih kepada orangtua kami.  Hanyalah doa semoga semua mendapat surga terbaik.  Teruntuk kawan-kawanku, doa terbaik bagi kalian.  Rindu menghasilkan temu. Masa lebih indah menanti saat nanti kita masih bisa berkomunikasi dan berkumpul. Selamat jalan,” tuturnya. (Yus/TH)