SPECTRA SMA Muhi Kunjungi Panti Rehabilitasi Korban NAPZA

Article  20 Comments
Line Spacing+- AFont Size+- Print This Article
SPECTRA SMA Muhi Kunjungi Panti Rehabilitasi Korban NAPZA

Kamis (10/5), Pengurus SPECTRA (Satgas Pelajar Anti Napza dan Seks Bebas) dan siswa perwakilan kelas X SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta  mengunjungi panti rehabilitasi mental korban NAPZA di Pondok Pesantren Al – Islamy Kalibawang, Kulon Progo. Sebanyak 23 ananda siswa - siswi SMA Muhi beserta 4 orang guru pembimbing tiba di lokasi pukul 09.00 WIB dengan disambut hangat oleh Bapak Dasirun, SE selaku perwakilan pimpinan Pondok Pesantren Al – Islamy. Mulanya, peserta kunjungan dikumpulkan di dalam Masjid pondok dan diberikan pemahaman tentang bahaya narkoba dan dampaknya bagi remaja dari para pengurus Ponpes Al - Islamy. Peserta diberikan kesempatan untuk berdiskusi mengajukan pertanyaan - pertanyan seputar narkoba. Bahkan, mereka juga diberi kesempatan untuk mewawancarai 3 pasien rehabilitasi, namun tetap dalam pengawasan yang ketat.

"Tujuan dilaksanakan kegiatan kunjungan tersebut adalah untuk memberikan pemahaman khususnya kepada seluruh peserta yang ikut dalam kegiatan tersebut tentang bahaya NAPZA, serta mengajarkan kepada semua siswa SMA Muhi mengenai pola hidup yang sehat tanpa narkoba," ujar Ibu Syadah Khusniawati, S.Kom.I, selaku guru pembimbing kesiswaan yang ikut dalam kunjungan tersebut. Panti Rehabilitasi NAPZA Pondok Pesantren Al – Islamy terletak sangat jauh dari keramaian dan cocok untuk pembinaan mental spiritual. Panti ini terletak di pegunungan Menoreh Kulon Progo yang sangat sejuk. Beberapa kegiatan yang dilakukan selama kunjungan antara lain observasi, wawancara dan diskusi dengan santri maupun pengurus pondok.

Bapak Darmansyah, SH selaku wakil kepala sekolah bidang kesiswaan mengatakan “dengan adanya program kerja SPECTRA ini kegiatan dan upaya pencegahan peredaran narkotika di Muhi dapat terus dilakukan baik melalui berbagai kegiatan, salah satunya kunjungan ini”.  Diharapkan dengan kepengurusan SPECTRA di Muhi ini dapat menjadi ujung tombak terdepan dalam pencegahan peredaran Narkotika dan seks bebas di SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta. (Yus)

Article  Maryanto