WISUDA SMA MUHI : PENGHUJUNG YANG HARU UNTUK PIJAKAN YANG BARU.

  • Beranda -
  • WISUDA SMA MUHI : PENGHUJUNG YANG HARU UNTUK PIJAKAN YANG BARU.
research
  • 31 Mei 2021

WISUDA SMA MUHI : PENGHUJUNG YANG HARU UNTUK PIJAKAN YANG BARU.

SMA Muhammadiyah 1 (Muhi) Yogyakarta mengadakan Wisuda Purna Siswa Kelas XII Tahun Pelajaran 2020/2021 secara daring, Sabtu (29/5/2021). Wisuda kali ini, semua siswa Kelas XII jurusan MIPA dan IPS yang berjumlah 360 anak dinyatakan lulus.  Pelaksanaan wisuda berlangsung secara khidmat menggunakan sistem luring dan daring. Pelaksanaan sistem luring dilangsungkan di Grha As-Sakinah dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Izin wisuda luring juga telah sekolah kantongi dari MCCC PDM Kota Yogyakarta. Sistem luring dihadiri oleh tamu undangan, manajemen sekolah, wali kelas XII, panitia serta perwakilan siswa dan orang tuanya. Perwakilan siswa meliputi 11 siswa dari masing-masing kelas dan 2 perwakilan siswa berprestasi tingkat pararel MIPA dan IPS. Pelaksanaan wisuda secara daring diselenggarakan via zoom meeting yang diikuti oleh segenap keluarga SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta dan orang tua wisudawan.

Drs H Herynugroho mengapresiasi para siswa yang tetap semangat belajar dengan berbagai kelebihan, kendala dan kekurangan karena harus dilakukan dengan sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). “Terus pertahankan dan tingkatkan di waktu yang akan datang saat kelanjutan studimu di Perguruan Tinggi pilihan,” ujarnya. Menurut Herynugroho, setelah menyelesaikan pendidikan di SMA Muhi, para lulusan akan segera bergabung dengan para alumni yang saat ini sudah banyak tersebar di berbagai instansi pemerintah maupun swasta. Alumni diharapkan menjalin hubungan baik dan mengembangkan almamater serta persyarikatan Muhammadiyah. “Jadilah kader persyarikatan, kader ummat dan kader bangsa dimanapun nantinya ananda berada,” katanya.

Kekhidmatan proses wisuda membaur dengan rasa penuh haru mendengar pidato sambutan dari Bangkit Tsani Annur Saputra sebagai perwakilan wisudawan berprestasi.. Ungkapan ketulusan rasa terimakasih juga permohonan maaf atas segala khilaf sebagai siswa dituturkan Bangkit melalui pidatonya. Bangkit mengungkapkan betapa bangga dan bersyukurnya atas anugerah yang didapat selama tiga tahun menimba ilmu dan menjadi bagian dari SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta. Di akhir pidatonya, Bangkit, menyematkan perihal janji diri dari segenap siswa kelas XII. “Kami berjanji akan lebih baik dan menjadi anak yang berguna bagi Nusa Bangsa, membanggakan kedua orang tua, serta almamater SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta. Kami memohon doa restu kepada bapak ibu guru dan orang tua untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi sehingga dapat meriah cita-cita kami. Hanya waktu yang memisahkan fisik kita namun tidak akan mampu memisahkan hati, jiwa dan kenangan yang terjadi selama tiga tahun ini. InsyaAllah silahturahmi tetap terjaga”, ujar Bangkit. Acara wisuda ditutup sekitar pukul 11.30 dengan doa yang dipimpin oleh Ustad Fauzi, M.Pd.I dan lagu Bakti Guru. (YUS/TH)