PPDB 2027/2028 Penerimaan Peserta Didik Baru Gelombang Utama Telah Dibuka!

PERKUAT RUHIYAH PEMBIMBING AL-QURAN, SMA MUHI GELAR KAJIAN DAN EVALUASI

28 September 2026 Adam Al Hakim , , , 5 Kali Dilihat 0 Komentar

SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan Kajian dan Evaluasi bagi para pembimbing BTQ, Matrikulasi Al-Qur'an, serta GJDJ pada Jumat, 25 September 2026. Kagiatan ini dilaksanakan pukul 12.45 hingga 15.00 WIB di Ruang Multimedia SMA Muhi. Agenda ini dihadiri secara antusias oleh guru dan tenaga kependidikan yang bertugas mengawal pembinaan keislaman di sekolah. Wakil Kepala Urusan (Wakaur) ISMUBA SMA Muhi, Bapak Isnanto, menegaskan bahwa forum ini merupakan langkah strategis sekolah dalam menjaga konsistensi dakwah di lingkungan pendidikan. Beliau menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi wadah penguatan ruhiyah bagi para pembimbing agar tetap istiqomah, bersemangat, dan padu dalam menjalankan amanah mulia mengajarkan Al-Qur'an serta materi keislaman kepada seluruh guru, tenaga kependidikan, maupun para murid.

Hadir sebagai narasumber utama, Direktur Pondok Pesantren Ibnu Juraimi Yogyakarta, Ustadz H. Charis Thohari Rohman, S.Sy., S.Th.I., M.S.I., menyampaikan tausiyah mendalam mengenai hakikat dan kemuliaan berinteraksi dengan kitab suci. Dalam pemaparannya, beliau mengingatkan para pembimbing bahwa rasa lelah dalam beraktivitas adalah hal manusiawi yang dialami semua orang di dunia, tetapi niat tulus karena Allah SWT yang membedakannya. Mengajar mengaji memang membutuhkan kesabaran dan energi ekstra, tetapi tugas tersebut sangat istimewa karena Al-Qur'an adalah kitab yang penuh berkah dan akan memuliakan siapa saja yang terikat dengannya. Beliau menekankan bahwa para pengajar Al-Qur'an tidak hanya bertugas mentransfer ilmu, tetapi juga berpeluang meraih rahmat, ridho Allah, surga-Nya, serta kelimpahan kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.

Selain memberikan suntikan motivasi spiritual, kajian ini diisi dengan evaluasi teknis guna menyamakan standar dan kualitas bacaan Al-Qur'an di lingkungan sekolah. Ustadz Charis menyoroti empat kesalahan mendasar dalam bacaan Al-Qur'an yang harus dibetulkan terlebih dahulu oleh para pengajar, yaitu ketepatan pengucapan harakat, konsistensi hukum mad (panjang pendek bacaan yang diayunkan), kesempurnaan bacaan ghunnah yang harus melalui rongga hidung dan bukan mulut, serta kejelasan pelafalan sukun. Melalui pembekalan yang komprehensif ini, para pembimbing BTQ, Matrikulasi Al-Qur'an, dan GJDJ diharapkan semakin siap menularkan teknik membaca Al-Qur'an yang benar dan tartil sehingga syiar Al-Qur'an di SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta dapat terus tumbuh dengan penuh keberkahan. Ari 

 

Tags:
Dipost Oleh

Adam Al Hakim

Tinggalkan Komentar