Post

RATIH: PURNA HANYA DILAHIRNYA

RATIH: PURNA HANYA DILAHIRNYA

Giga Ikhlas Kusuma | 29 Desember 2021

Kamis, 23 Desember 2021 merupakan hari yang bersejarah bagi Bu Ratih. Dengan dagu terangkat, senyum merekah, dan semangat menjemput asa, berpamitan dengan keluarga besar MUHI. Tidak terasa 27 tahun sudah beliau mengabdikan dirinya mendidik dengan sepenuh hati. Beliau adalah salah satu guru paling inspiratif di sekolah.

Ibu Dra. Ratih Kurniasih Issatyawati, atau yang akrab dipanggil Bu Ratih di sekolah,mengampu mata pelajaran Sosiologi. Lahir di Yogyakarta, 15 Oktober 1961. Beliau menempuh pendidikan tinggi S1 Sosiologi di salah satu universtas paling terkemuka di Indonesia, yaitu UGM (Universitas Gadjah Mada). Mengajar di sekolah mulai Juli 1986−Juni 1991, lalu pada Juli 1994−Juni 1995, dan dari 1 November 2000, purna pada tanggal 1 November 2021.

Selama mengabdi di sekolah, ada banyak kisah inspirasi luar biasa dari perjalanan hidup Beliau. Pengabdian pertama Bu Ratih dimulai bulan Juli 1986 hingga Juni 1991. Setahun masuk, Bu Ratih menikah dengan sesama aktivis Masjid Syuhada Kotabaru Yk (PKMS dan CDMS) dan dikaruniai 3 anak.Saat itu pula, beliau tengah berjuang menyelesaikan skripsinya di UGM. Meski mengalami kesulitan, namun hal itu tidak menyurutkan semangat beliau menyelesaikannya.

Selain mengajar, beliau juga produktif menulis. Berbagai kisah inspiratif hidupnya dituangkan dalam antologi. Antara lain, karya beliau antara lain dalam antologi Inspiring Story berjudul Cemong nan Cantiq dan Kucoba Ubah Takdirku. Dalam antologi  Kisah Para Pendidik untuk Negeri, berjudul Sengaja Menjadi Guru, tetapi Kuliah di UGM. Di antologi Cinta Pertama dan Terakhirku, karyanya berjudul Ternyata Ia Cinta Terakhirku, Kutahu Setelah Kepulangannya ke Alam Baka. Ada pula Lulus Tiga Ujian: Skripsi−Hidupku−Hidup Anakku dalam antologi lainnya.

Dengan purnanya beliau mengajar, menyampaikan pesan lewat kenang-kenangan buku. Dengan simbol tali, beliau berpesan untuk  tetap menjaga silaturahmi lewat tali ikatan buku. “Tidak ada kata pensiun untuk semangat menulis!” tegasnya. (YUD)

Berita lainnya.

BEKALI MURID KELAS XII TEMBUS KAMPUS IDAMAN 2027

Adam Al Hakim | 07 Agustus 2026

SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta (SMA Muhi) menyelenggarakan Seminar Motivasi bertajuk "Perang Siasat...

TELADANI PENDIRI PERSYARIKATAN, 34 MURID TERBAIK MPLS IKUTI MUHAMMADIYAH HERITAGE TRIP

Adam Al Hakim | 07 Agustus 2026

Sebanyak 34 murid terbaik yang terpilih dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS)...

SMA Muhi Perkuat Sinergi dengan Masyarakat Sekitar

Naufal Amiru Rokhim | 05 Agustus 2026

SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta menggelar Pertemuan dengan Masyarakat Sekitar pada Rabu (5/8/2026)...

Sharisha Lolos OSN Nasional Cabang Kebumian

Naufal Amiru Rokhim | 05 Agustus 2026

SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta kembali mencatatkan prestasi membanggakan di bidang akademik. Salah...

SMA Muhi Wakili DIY ke FLS3N Nasional

Naufal Amiru Rokhim | 05 Agustus 2026

SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta kembali menorehkan prestasi membanggakan melalui dua muridnya,...

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB)

Layanan Sistem Informasi Penerimaan Peserta Didik Baru Realtime Online Tahun Pelajaran 2026-2027.